![]() |
Photo. Silaturahmi Gus Ra'uf Arrahbini dan Prof.DR.Syarif Ketua PWNU kalbar |
Oleh Gus Ra'uf Arrahbini (Wakil Ketua PCNU Kayong Utara)
Ramadhan, bulan suci dalam agama Islam, bukan hanya tentang berpuasa atau menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga merupakan momen yang penuh dengan pembelajaran spiritual dan membangun kepekaan sosial. Salah satu nilai yang sangat ditekankan dalam bulan Ramadhan adalah kesederhanaan. Setelah dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali terjebak dalam kesibukan, kemewahan, beban belanja pangan tinggi, belanja sandang online setiap hari, maka Puasa Ramadhan memberikan kesempatan untuk kembali ke esensi kehidupan yang lebih sederhana, meminimalisir debit keuangan, sehingga hidup penuh dengan ketenangan dan kedamaian, tidak punya hutang.
Puasa di bulan Ramadhan mengajarkan kepada umat Islam untuk dapat menahan diri dari berbagai hal yang sifatnya memenuhi keinginan hawa nafsu keserakahan dan ketamakan, seperti keinginan makan dan minum yang berlebihan ketika berbuka puasa, Keinginan yang menggebu ini memberikan pelajaran tentang pentingnya kesederhanaan hidup dengan tidak menuruti semua keinginan yang ditimbukan akibat rasa lapar dan haus disaat melaksanakan ibadah Puasa.
Puasa Ramadhan juga mengajarkan untuk berlatih hidup tanpa berlebihan. Tidak ada kebutuhan yang berlebihan, tidak ada konsumsi yang berlebihan. Hanya yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, sehingga kita menjadi lebih peka terhadap apa yang benar-benar penting dan lebih bersyukur atas apa yang dimiliki, juga menimbulkan kepekaan sosial dengan turut merasakan dahaga orang orang yang lemah.
Kesimpulannya, Ibadah Puasa selain untuk menimbulkan kepekaan sosial juga menjadi momen memperbaiki pola hidup yang lebih sederhana dan memperbaiki neraca keuangan agar lebih stabil. Jika ibadah puasa tidak berpengaruh positif terhadap neraca keuangan, debet keuangan justeru semakin tinggi disaat bulan ramadhan, maka itu menjadi tanda esensi Ibadah Puasa tidak tercapai.
Posting Komentar